Menjaga Tauhid, Renovasi dan Perluasan Al-Haram

Sunday, November 2, 2025 01:42 PM | Travelogue
Menjaga Tauhid, Renovasi dan Perluasan Al-Haram
Persaiapan Thawaf fi Lobby Hotel Pullman dengan Masjid al-Haram , 2014 (Foto Dok Pri)
Zuhud, Wara", Qana


Tentang landasan dan perluasan Masjidil Haram, menurut media on-line dan dari mulut ke mulut, diperkirakan akan selesai tahun 2018. Oleh karena itu, siang --malam, pekerjaan tanpa henti dikebut.


Setelah menunaikan ibadah umroh 2 kali, setelah tahwaf dan ibadah wajib dan sunat lainnya, kami memutar bagian kanan luar tempat Saa'i, Safa-Marwa. Pemaparan wilayah itu menjadi perluasan yang dimaksud. Dan Bukit-bukit di sekitarnya mulai diruntuhkan dan digaruk.
Bahkan dari ujung luar Marwa, tidak bisa ditembus dengan jalan kaki sekarang, alias ditutup. Maka kalau kita akan mengelilingi Masjidil Haram, harus masuk lagi ke tempat Saa'i dan keluar merencah membelah Masjid untuk keluar lagi di depan Hotel Hilton.


Di tengahnya adalah bagian dalam, tampak ditata rapi, "sementara", dengan dinding fiber-glass pada bagian-bagian yang sedang dikerjakan.
Sekaligus pengamanan. Sehingga tidak mengganggu ibadah yang setiap menit sepanjang hari dilakukan jamaah.


Sebuah jalan depan Multazam, di belakang Makam (jejak) Ibrahim, merupakan jalan lebar yang di sekat kiri-kanan arah ke Bukit Safa. Dulu pada tahun 1996 di sini tempat sumur Zamzam. Sekarang tempat itu sudah rata dengan pelatran thawaf semuanya.


Artinya semua air Zamzam sudah dilalirkan ke semua titik yang sudah diatur dan dimasukkan ke tangki untuk diletakkan di berbagai tempat terutama jalur jalan masuk menuju Ka'bah. Dan kalaupun masih ada yang ingin berwuduk dengan air Zanzam, ada tempatnya dipinggir dinding belakang bagian dalam Masjidil Haram.


Termasuk di lantai 2. Dan bila ingin ke toilet dan berwuduk, maka tempat di luar Masjid di pekarangan luar sudah ditata lebih bagus dan indah lagi.


Dulu kalau mau berwuduk sekaligus harus turun ke bawah permukaan tanah atau basement yang menyatu dengan parkiran. Sekarang, kalau hanya untuk wuduk saja dan sekalian minum air Zamzam, selain dari tanki, juga ada keran yang di tata rapi merata dengan jarak tertentu di pekarangan atau halaman sekitar Masjid. Tetapi kalau ingin ke toilet sekalian, ya tetap harus masuk ke bawah pelataran basement tadi, seperti masa lalu. (*)