Catatan IVLP: Persahabatan Lintas Benua
Menurut survey terakhir, penduduk Seattle yang sekitar 3 juta setengah (2005) termasuk kota-kota satelit sekitarnya, hanya 14 persen yang menjalankan ajaran ritual ibadah agamanya.
Akan tetapi ketika saya katakan bahwa tadi siang saya shalat Jum'at di Masjid Sheikh Idris di belahan North East Seattle, jamaahnya sekitar 2 ratus orang, maka dia tidak kaget.
"Yang kita maksud 14 persen itu adalah orang-orang Katholik, Keristen dan berbagai sekte yang ke Gereja", kata Pak Paul, suami ibu Gloria. Ibu Gloria ingin sekali ke Indonesia , tetapi belum ada waktu, katanya.
Ibu ini banyak bertanya soal-soal kebudayaan, tradisi, suku, bahasa dan dialek lokal yang ada di Indonesia.
Kembali ke LP Jeter. Dulu menikah dengan ibunya si kembar Melisa dan Stephanie dua putrinya yang di sebut di atas tadi.
Mereka divorce ketika dua permata hati itu masih kanak-kanak. Masa itu, LP sedang bertugas di Indonesia mewakili Boeing yang bekerjasama dengan IPTN Bandung di Zaman Habibie Menteri Ristek dan Kepala BPPT. Kedua buah hatinya itu pernah dibawanya ke Indonesia.
Kala itu mungkin karena menduda, LP kecantol dengan Mojang Pariangan Bandung. Mereka menikah. Namun belakangan pisah-cerai resmi lagi. Yang Perempuan minta pisah. Padahal perempuan itu dibawanya ke Amerika dan hidup bersamanya di Seattle serta memperoleh kartu landed immigrant alias green card ikut suami.
"Sekarang ke mana ibu itu", tanya saya. " Menikah dengan orang lain", jawabnya pendek. Saya berhenti sampai di situ. Tak enak menyinggung perasaannya. Tetapi ia sempat memperlihatkan beberapa foto mantannya. Lalu di depan saya dibuangnya ke Tong Sampah. Dalam hati saya, rupanya teman baikku ini kesal juga meski sudah sekian tahun.
Oleh karena merasa sahabat-karib, saya tak segan berkata. "Bagaimana kalau you menikah lagi dengan wanita Indonesia? " Sepontan ia jawab, "sedang saya pikirkan". Belakangan, setelah tulisan ini diedit ulang, kira-kira tahun 2017 dengan bangga LP memperlihatkan foto pernikahannya yang ke-3.
Waktu itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, ia kontrak rumah di Bandung untuk 3-4 bulan. Foto itu dipajang di ruang tamu. Kadang-kadang LP kontrak Hotel Oman VVIP Room.
Isteri barunya ini dari Medan dan belakangan dibawanya ke Seattle. Sampai beberapa waktu saya sempat bicara by call dengan ibu yang punya beberapa anak dengan suaminya terdahulu. Di antara anaknya ada 2 orang yang juga menetap di Amerika sebelum pernikannya dengan LP.
Journalist: Shofwan Karim
Editor: Anton Hilman
Related news
Bahagia, Menahan Luka di dalam Diam
Kolom Shofwan Karim - April 13, 2026
Lupakan Perbedaan, Sambutlah Kebersamaan
Kolom Shofwan Karim - March 24, 2026
Hikmah Ramadhan (5): Ketika Puasa Kehilangan Makna
Kolom Shofwan Karim - February 26, 2026
Hikmah Ramadhan (4): Puasa dan Rekognisi Sosial
Kolom Shofwan Karim - February 26, 2026


























