Muhammadiyah, Muhasabah dan Dakwah Kultural
Di antaranya seakan Haedar mengatakan bahwa dakwah kultural di tengah umat dan bangsa di dalam berbagai aspek kehidupan haruslah ditata dalam kesejukan, mencerahkan, membahagiakan serta moderat dalam berfikir meski tetap harus disiplin dalam ibadah, shahih dan valid dalam bertindak.Pendekatan kultural tidak harus hanyut dan selalu dikaitkan dengan halal, haram, syah, batal, kafir, munafik atau jargon lain, kalau bukan kita, yang lain salah semua.
Maka dakwah kultural adalah dakwah yang membuat keber-Islaman lemah menjadi kuat, yang cair menjadi kental dalam kebersamaan dan toleransi. Bukan sebaliknya yang lemah harus dicaci yang membuat mereka menjauh. Yang niscaya itu adalah dakwah merangkul bukan memukul. Mengajak, bukan menolak. Melapangkan, bukan mempersempit. Menggembirakan, bukan bikin gaduh. **
https://www.hariansinggalang.co.id/dakwah-kultural-dalam-kajian-ramadan/
Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim
Source: https://muhammadiyah.or.id/2024/02/terima-penghargaan-zayed-award-2024-muhammadiyah-terus-berkomitmen-jalankan-peran-kemanusiaan/
Related news
Bahagia, Menahan Luka di dalam Diam
Kolom Shofwan Karim - April 13, 2026
Lupakan Perbedaan, Sambutlah Kebersamaan
Kolom Shofwan Karim - March 24, 2026
Hikmah Ramadhan (5): Ketika Puasa Kehilangan Makna
Kolom Shofwan Karim - February 26, 2026
Hikmah Ramadhan (4): Puasa dan Rekognisi Sosial
Kolom Shofwan Karim - February 26, 2026


























