Telaga Kreatif: Generasi Muda Muslim

Sunday, June 7, 2026 06:16 PM | Kolom Shofwan Karim
Telaga Kreatif: Generasi Muda Muslim
Telaga Kreatif Generasi Muda Musliam, Iliustrasi: SK-AI
Zuhud, Wara", Qana

Telaga Kreatif: GenerasiMudaMuslim

Oleh: Shofwan Karim

(Dosen Pascasarjana UM Sumbar, Wk. Ketua MLH PP Muhammadiyah)

SEJAK FAJAR eksistensi manusia menyingsing, telaga atau oasis diceruk Gurun Saharak lasik selalu menjadi simbol yang sakral—sebuah mataair kehidupan autentik. Di siang hari yang membakar sedemikian kering dan malamy angm endekap lembab,t elaga adalah satu-satunya ruang intim bagi musafir untuk menghirup napas kedamaians ekaligus melepas dahaga yang mencekik kerongkongan.

Hari ini, di era disrupsi digital yangmelahirkan the global borderless world, realitasr uang dan waktu telah melenyap.Manusia modern-kontemporer tidak lagi berjalan di atas pasir, melainkan sedang bersafari di atas gelombang algoritma yang berpusing tiada henti. Esai ini secara khusus menyoroti para pengelana di garda depanarus tersebut:generasimuda Muslim (GMM).

Mereka adalah entitas yang tergolong dalam klaster Generasi Y (Milenial), Generasi Z, hingga Generasi Alpha. Merujuk kepada konseptualisasi teoretisWilliam Strauss dan Neil Howe dalam Generation Theory, setiap generasi dibentuk oleh peristiwa sejarah,s osial, dan tekno-global yang seragam, sehingga melahirkan kesamaan nilai dan cara pandang.

Generasibaruini—yangterpancarkeduniasejakujung90-anhinggaera AIgeneratifsekarang—bisadiibaratkansebagaicicitNabi Adam AS yangberpindahdari"surgalangit" yangghaibmenuju"surgabumi" yangserbadigital.Namun, dibalikkegemilanganteknologiini,merekakerapterhenyakdanterasingdiranahdunianyata.

ParadoksGlobal:Krisisdan Galau

Secaraakademikdansosiologis, pemuda Muslimkontemporerdi negara manasajadi duniahariini,beradadipersimpanganjalanyangparadoks. Disatusisi,GenerasiZ dan Alphaadalahdigitalnativesyangmahirmelakukanmultitasking,inklusif, dan sangatkritis.Namundisisilain,kebebasantanpabatasinimembawakonsekuensipsikologisyangberat.

MerekamenghadapikrisisidentitasakibatbenturankerasantarabudayaBarat yangsekulerdengannilaiIslam yangsakral.Merekajugadihantamoleharusinformasiyangekstrem,darikontenradikalhinggapahamyangterlaluliberal.Akibatnya, problemkesehatanmental(mental health)berupakecemasaneksistensialdandepresimenjadihantunyatabagigenerasiyanghidupdalamkompetisiglobalini.

Secarasufistik,fenomenainiadalahbentukal-ghurbah(keterasinganspiritual). Jiwamanusiayangsucimerindukanketenanganbatin,namunterus-menerusdiberimakanolehilusiduniawiyangsemu.

Allah SWTtelahmengingatkanfenomenakehampaaninidalamAl-Qur'an:

Pages:
Bahagia yang Tak Selalu Terlihat

Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim

Share:
link ke situs https://shofwankarim.wordpress.com
Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau
Selincam Pengalaman Kepemudaan dan Kepemimpinan di Kanada dan Amerika
link ke situs https://www.shofwankarim.com
Link ke situs https://www.shofwankarim.id/
https://langgam.id/tag/shofwan-karim/
shofwankarim.livejournal.com
kumparancomshofwankarim