Bung Karno dan M Natsir Berbeda Corak Pemikiran, Satu Tujuan untuk Indonesia

Tuesday, March 18, 2025 05:45 AM | Kolom Shofwan Karim
Bung Karno dan M Natsir Berbeda Corak Pemikiran, Satu Tujuan untuk Indonesia
Ilustrasi. Shofwan Karim dan Zulfadli Ilyas pada pembukaan Tarhib Ramadan Workshop Pemanfaatan Hutan Kerjasama MLH PP dan Wilayah Muhammadiyah Sumar 20-22 Feb 2025. Foto Dok Pri
Zuhud, Wara", Qana

Kepentingan Nasional

Dari kancah pertarungan pemikiaran, ideologi dan aliran-aliran pada masa pra kemerdekaan, sampai pasca kemerdekaan perbedaan itu secara halus tetap ada. Tetapi hilang oleh kepentingan nasional dan bangsa Indonesia yang lebih besar.

Tergetar dampaknya ada pada Natsir dan kalangan pengikutnya. Bahkan menimbulkan trauma pada tahun 1950-an dan sepanjang tahun 1960-an. Kejatuhan Presiden Sukarno tahun 1966 dan wafatnya Proklamator ini pada tahun 1970, seakan munutup polemik dua aliran besar pemikiran kebangsaan Indonesia antara Muslim Nasionalis dan Nasionalis Muslim.

Selintas nampak Natsir dan Sukarno dalam corak pemikiran berbeda, namun keduanya berada dalam satu garis perjuangan menuju, mempertahankan dan mengisi Indonesia Merdeka dengan cita-cita masyarakat adil dan makmur di bawah berkah Tuhan Yang Maha Esa, Allah swt.

Meskipun sepanjang masa Orde Baru 1966-1998 di bawah Suharto Natsir tetap terpinggirkan secara nasional karena kritis terhadap apa yang mereka anggap penyimpangan konstitusional akan tetapi Natsir tetap menjalankan politik kultural dari tahun 1967 sampai akhir hayatnya 1993.

Loyalitas dan kesetiaan kepada NKRI yang diperjuangkan Natsir dan diterima Sukarno mosi integral Negra Serikat-Federal menjadi Negara Kesatuan, tahun 1950 tetap tak pernah goyah.

Meski sedikit terganggu pada dekade pertengahan 1970-an dan awal 1980-an akan tetapi pasca Natsir berdasarkan pemikiran dan perjuangan di nasional, regional dan internasional dihargai Pemerintah dengan dideklarasikan dan dianugrakan gelar Pahlawan Nasional Dr. Mohammad Natsir pada 10 November 2008. (*)

Shofwan Karim adalah Dosen PPs UM Sumbar dan mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar.

Pages:
1 2 3
Bahagia yang Tak Selalu Terlihat

Journalist: Shofwan Karim
Editor: Anton Hilman
Source: https://langgam.id/bung-karno-dan-m-natsir-berbeda-corak-pemikiran-satu-tujuan-untuk-indonesia/

Share:
link ke situs https://shofwankarim.wordpress.com
Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau
Selincam Pengalaman Kepemudaan dan Kepemimpinan di Kanada dan Amerika
link ke situs https://www.shofwankarim.com
Link ke situs https://www.shofwankarim.id/
https://langgam.id/tag/shofwan-karim/
shofwankarim.livejournal.com
kumparancomshofwankarim