Makmur Hendrik : Sekilas Angkatan 66 Bukittinggi dan Ir. Januar Muin
Setelah peristiwa ini, MH dan beberapa tokoh KAMI Pusat, di antaranya Darlis Zakaria, Presidium KAMI Pusat asal Koto Gadang-Agam, bertemu dengan Wakil Presiden RI, Bung Hatta mengusulkan agar Batalyon 132 dipindahkan dari Bukittinggi.
Atas izin Bung Hatta, Batalyon 132 dipindahkan dari Birugo Bukittinggi ke pinggir Kota Bangkinang di Riau.
Di sana kedudukan Batalyon 132 sampai hari ini.
Kembali ke awal cerita, mengapa MH yg akan dijadikan target pembunuhan?
Karena:
1. Selaku Ketua KAPPI BUKITTINGGI, MH belasan kali memimpin pemaksaan menuntut agar PKI dibubarkan.
2. Komandan KOREM yg berkedudukan di Bukittinggi, Kolonel Majiman, adalah "orang PKI"!
Dalan sebuah demo, dia menusukkan tongkat komandonya ke dada MH, sambil mendesis tajam: "Jika demo ini tidak kau bubarkan dalan lima menit, berapa Pahlawan Ampera kau mau? Lima atau sepuluh? Kuberi!"
Membubarkan demo ratusan siswa dalam 5 menit?
MUSTAHIL!
Saat itu berpuluh puluh tentara, persenjataan lengkap, dengan bedil berisi peluru tajam, mengawasi demo tersebut dengan wajah beku!
Journalist: Anton Hilman
Editor: Shofwan Karim
Related news
Delapan Puluh Tahun dan Sebuah Cermin
Opini - August 13, 2025
Rekomendasi Paslon, Duduk dan Terduduk
Opini - March 30, 2025
Politik Besar Hidung dan Patah Arang: Tawaran Rasional
Opini - March 25, 2025


























