Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kita untuk mengucap syukur atas berkah puasa Ramadhan dan melakukannya dengan menyebutkan Dia dan melalui cara-cara lain untuk bersyukur. Allah berfirman: " .......Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur." (QS, 2:185)
Beberapa pendapat mengatakan bahwa puasa Syawal adalah salah satu cara bagi kita untuk mengucapkan terima kasih karena Allah memberkati kita dalam ketaatan kita puasa Ramadan.
Suatu ketika Wuhayb b. al-Ward ditanya tentang berkat-berkat dari berbagai tindakan pengabdian dan dia menjawab: "Jangan bertanya tentang berkat-berkat yang dapat diperoleh dengan melakukan tindakan ibadah ini. Sebaliknya, tanyakan bagaimana Anda dapat menunjukkan terima kasih kepada Allah jika Dia memberkati Anda..."
Setiap berkat yang Allah berikan kepada kita adalah sesuatu yang harus kita syukuri. Selain itu, ketika Allah memberkati kita untuk bersyukur, ini adalah berkat lebih jauh dari Allah yang layak terima kasih.
Jika kita menunjukkan terima kasih lebih lanjut, ini pada gilirannya adalah berkat lain yang layak kita syukuri. Tidak ada akhir untuk ini dan kita tidak pernah bisa cukup bersyukur. Ketika kita menyadari bahwa ucapan terima kasih kita tidak pernah cukup, ini adalah ungkapan syukur tertinggi yang bisa kita berikan.

Pelaksanaan Puasa Enam Hari di Syawal
Ada beberapa pendapat:
- Beberapa ulama memegang pandangan bahwa lebih baik untuk berpuasa enam hari berturut-turut, mulai dari hari kedua Syawal. Ini adalah pandangan al-Shafi'i dan Ibn al-Mubarak.
- Yang lain berpendapat bahwa lebih baik untuk berpuasa enam hari boleh diselang-selingi, menyebar sepanjang bulan Syawal. Inilah pendapat Ahmad bin Hanbal dan Waki'.
- Lalu ada orang-orang yang memegang pandangan bahwa hari-hari puasa harus ditunda sampai nanti di bulan dan tidak dekat dengan hari 'Id, yang merupakan waktu perayaan dan berpesta. Mereka lebih suka berpuasa tiga hari di tengah bulan (ayyam al-bid) bersama dengan tiga hari tepat sebelum atau sesudahnya. Ini adalah pendapat Ma'mar dan 'Abd al-Razzaq.
Ada fleksibilitas yang cukup besar dalam semua ini. Kita dapat memilih untuk mengikuti salah satu dari pendekatan yang kita inginkan.
Dan Allah tahu yang terbaik.
Disadur dari : IslamToday - Sheikh Salman al-Oadah
Sumber : https://www.islamicity.org/5468/the-six-days-of-shawwal/ Akses,8/3/2025
Journalist: Anton Hilman
Editor: Shofwan Karim
Source: https://www.islamicity.org/5468/the-six-days-of-shawwal/


























