Kota Layak dan Ramah Lansia, Merdeka
RPJMD Kota Padang
Meski belum serius seperti Yogyakarta, tetap ada kabar gembira. Kota Padang memang belum mempunyai Perda dan atau Perwako, namun sudah ada dokumen pendahulunya atau sebut saja sebagai itikad yang baik.
Dokumen RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Padang telah memuat beberapa program dan kegiatan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk lansia.
Di situ dikatakan menjalankan program yang memberikan manfaat kepada Lansia melalui dinas terkait seperti dinas sosial, Kesehatan dan PU.
Di antaranya peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi lansia, termasuk layanan posbindu lansia di setiap kelurahan.
Program pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha bagi lansia yang masih produktif. Pembangunan dan perbaikan fasilitas umum yang aksesibel bagi lansia, seperti trotoar, halte, dan taman.
Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan lansia untuk meningkatkan silaturrahim dan kualitas hidup mereka.
Tentu saja selain upaya optimal pemerintah dengan dukungan (tentu akan ada) Perda dan Perwako, apalagi dukungan anggaran yang tentu sangat terbatas, tak berarti Lansia sehat, mandiri, aktif dan produktif terbiarkan. Upaya peningkatan pastilah terus digesa.
Lebih dari segalanya, penting diingat bahwa dirinya sendiri dan keluarganya memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang nyaman bagi lansia. Keluarga yang beragama (Islam) selalu ingat bahwa ada narasi literasi- nash mendasar dalam firman-Nya.
Menghormati dan menyayangi orang tua yang beriringan dengan penegakan dan memperkokoh akidah-tauhid. Itu bukan hanya keniscayaan tetapi bahkan kewajiban. Kadang kala usia lanjut mempunyai siklus perilaku. Usia di penemuan menurut ajal-Nya. Menghormati orang tua dan sekali-kali tidak berkata kasar. Semua tercantum dalam al-Quran. Lukman, (31)-14; Yasin (31)-60; Fathir (35-11 ; al-Ankabut (29)-8; al-Isra (3)- 23.
Dengan itu semua, pekik Merdeka 80 kali, harus tetap bermakna optimal bagi Lansia. Wa Allahu a'lam bi al-shawab.
Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim
Source: Harian Singgalang
Related news
Bahagia, Menahan Luka di dalam Diam
Kolom Shofwan Karim - April 13, 2026
Lupakan Perbedaan, Sambutlah Kebersamaan
Kolom Shofwan Karim - March 24, 2026
Hikmah Ramadhan (5): Ketika Puasa Kehilangan Makna
Kolom Shofwan Karim - February 26, 2026
Hikmah Ramadhan (4): Puasa dan Rekognisi Sosial
Kolom Shofwan Karim - February 26, 2026


























