Muhammad Jahar Bulek, Dr Anumerta (Informal): Obituari Mahasiswa S.3
Geneologi intekektual Bulek mencerminkan kesukaan dan kesungguhan dalam menulis. Menulis lebih abadi sebagai menumen kehidupan dari hanya sekadar mengucapkan-kata . Meskipun berkata-kata juga penting apa lagi di era digital sekarang pidato dan taushiyah serta kata-kata dapat mejadi konten digital berbentuk audio dan audio-visual di dalam i-Cloud dan iPod bagi yang serius. Itupun akan tergantung masa domain dan host server internet yang selalu berbayar.
Selebihnya, kata-kata yang terucap meskipun setara degan emas dan berlian namun bisa dilupakan. Walaupun disampaikan dalam retorika canggih di hadapan ribuan orang di podium mewah dan sorak-sorai glamour.
Sebaliknya tulisan menyampaikan gagasan, ilmu, dan pengalaman dalam buku, jurnal, proceeding dan produk cetak dapat menembus ruang dan waktu, sepanjang masa. Tentu akan menjadi amal ibadah tak terhitung nilainya.
Ujung dari semua karya yang sudah ditorehkan almarhum di atas tadi, seperti disitir oleh Saifullah, ternyata Muhammad Jahar Bulek sedang meyiapkan buku hasil kunjungannya ke Malaysia dan Thailand sebagai peserta Student Mobility pada bulan September lalu.
Buku yang kovernya sudah disebarkan di group WA itu, sampai tulisan ini dibuat, belum ada info apakah sudah terbit ataukah masih dalam penyelesaian oleh yang bersangkutan, almarhum Muhammad Jahar Bulek. ***
Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim


























