Hikmah Ramadhan (2) : Puasa, Teologi Pengampunan Dosa
Puasa bukan semata menahan diri dari hal-hal yang merusaknya secara fisik, biologis-jasmani, akan tetapi terkait dengan spiritualisasi.Setali dengan itu ada pemahaman sistem kepercayaan yang oleh kalangan lain disebut teologi.
Ini kosa kata yang mereka gunakan sebagai padanan dari akidah, ilmu tauhid atau ilmu kalam. Baik secara leksikal maupun semantik. Di dalam lingustik, hakikatnya merujuk kepada keimanan, ikatan kokoh dengan Tuhan, meng-Esakan Tuhan dan metoda pemikiran yang berhubungan dengan ke-Tuhanan.
Teologi Puasa. Di dalam konteks teologi tadi, maka semua ibadah ada hikmah dan pemendalaman-insight. Sekaitan dengan itu, tentang puasa, pada beberapa kajian dan sumber ada yang memisahkan dua Hadis Riwayat al-Bukhari antara katashamadanqamaRamadhan. Ada pula di antaraMuballighyang malafazkan kedua mufradat (kosa kata) tadi dalam satu kalimat.
Maka hadis yang disatukan itu menjadi,"man shama wa qama ramdhana imanan wah tisaban, ghufira lahu ma taqadama min zanbih".
Atinya, Barang siapa yang berpuasa sebulan Ramadhan dan mendirikan ibadah malam-malam padabulan Ramadan karena iman danperhitungan (mencari pahala), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu (HR al-Bukhari).
Hadis tersebut merupakan repleksi idola, luasnya ampunan Allah SWT di bulan Ramadhan melalui dua jalur ibadah utama: puasa (shiyam) di siang hari dan shalat dan ibadah lainnya (qiyam) di malam hari.
Shiyam Ramadhan menekankan wajibnya ibadah itu di siang hari. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Lalu Qiyam Ramadhan menekankan betapa mulianya ibadah malam hari, dengan shalat Tarawih, zikir, doa dan memperdalam kajian Islam untuk meningkatkan kataqwaan.
Sementara itu,imanan wa ihtisabansetarik nafas. Meyakini dengan sepenuh hati dan jiwa bahwa puasa dan qiyam adalah perintah Allah yang wajib dan ibadah pengiring yang disunahkan dengan menjemput janji pahala di baliknya.
Lalu, ihtisaban adalah menjemput pahala dengan melakukan ibadah semata-mata mengharap ridha dan pahala itu dari Allah. Bukan karena terpaksa, ikut-ikutan, seremoni dan pamer atau riya.
Ampunan Dosa.Bagaimana dengan makna ampunan dosa masa lalu? Sebagian besar ulama berpendapat dosa yang diampuni dengan puasa dan mendirikan ibadah di malamnya, menyangkut dosa-dosa kecil (sagha'ir).
Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim
Source: shofwankarim.id
Related news
Bahagia, Menahan Luka di dalam Diam
Kolom Shofwan Karim - April 13, 2026
Lupakan Perbedaan, Sambutlah Kebersamaan
Kolom Shofwan Karim - March 24, 2026
Hikmah Ramadhan (5): Ketika Puasa Kehilangan Makna
Kolom Shofwan Karim - February 26, 2026
Hikmah Ramadhan (4): Puasa dan Rekognisi Sosial
Kolom Shofwan Karim - February 26, 2026


























