Jebakan Iran dan Logika Sejarah
Kedua, Amerika terlibat konflik dengan Iran. Ketiga, pada akhirnya AS akan kalah. Dua prediksi pertama dinilai sesuai dengan perkembangan politik, sehingga publik menunggu apakah prediksi ketiga akan menjadi kenyataan.
Konsep predictive history berangkat dari keyakinan bahwa sejarah memiliki pola yang berulang. Jiang menggabungkan analogi klasik, teori permainan, dan psikologi elite. Ia membandingkan kemungkinan invasi Amerika ke Iran dengan Ekspedisi Sisilia pada 415 SM, ketika Athena yang perkasa justru hancur akibat salah langkah strategis.
Menurut Jiang, tiga faktor utama dapat menjatuhkan Amerika, yakni geografi Iran yang bergunung-gunung, kesulitan logistik dalam mempertahankan suplai, serta resistensi nasional yang justru menguat bila diserang.
Baca Juga: Hikmah Ramadhan (5)
Analogi ini memberikan bobot historis pada prediksinya, sekaligus memperlihatkan bagaimana sejarah dijadikan laboratorium untuk memahami geopolitik modern.
Popularitas Jiang meledak berkat media sosial. Potongan narasi dan wacananya beredar di YouTube, X, dan TikTok serta ditonton jutaan kali. Ia diundang ke berbagai forum politik daring.
Namun, kritik pun bermunculan. Sejumlah akademisi menilai pendekatannya terlalu bergantung pada analogi sejarah, sementara geopolitik modern memiliki variabel yang jauh lebih kompleks.
Baca Juga: Hikmah Ramdhan (4)
Meski demikian, bagi para pengikutnya, Jiang menawarkan sesuatu yang segar. Ia seakan menjadi pakar atau ahli "nujum" yang berperan sebagai sutradara pemikiran futuristik. Ia mengembalikan analisis geopolitik pada tradisi sejarah panjang, bukan sekadar statistik atau model kalkulasi ekonomi.
Iran: Rumit dan Simbolistik
Iran, dalam narasi Jiang, bukan sekadar negara dengan geopolitik yang rumit, melainkan sebuah gurun simbolis. Bukan hanya gurun yang menelan pasukan besar, tetapi sekaligus melahirkan ketahanan rakyat.
Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim
Source: padek.jawapos
Related news
Ekotheologi Berbasis Nilai Islam
Kolom Shofwan Karim - June 8, 2026
Telaga Kreatif: Generasi Muda Muslim
Kolom Shofwan Karim - June 7, 2026
Bahagia, Menahan Luka di dalam Diam
Kolom Shofwan Karim - April 13, 2026


























