Jebakan Iran dan Logika Sejarah

Tuesday, June 16, 2026 02:01 PM | Kolom Shofwan Karim
Jebakan Iran dan Logika Sejarah
Jebakan Iran, logika sejrah. Ilustrasi: SK-AI
Zuhud, Wara", Qana

Kedua, Amerika terlibat konflik dengan Iran. Ketiga, pada akhirnya AS akan kalah. Dua prediksi pertama dinilai sesuai dengan perkembangan politik, sehingga publik menunggu apakah prediksi ketiga akan menjadi kenyataan.

Konsep predictive history berangkat dari keyakinan bahwa sejarah memiliki pola yang berulang. Jiang menggabungkan analogi klasik, teori permainan, dan psikologi elite. Ia membandingkan kemungkinan invasi Amerika ke Iran dengan Ekspedisi Sisilia pada 415 SM, ketika Athena yang perkasa justru hancur akibat salah langkah strategis.

Menurut Jiang, tiga faktor utama dapat menjatuhkan Amerika, yakni geografi Iran yang bergunung-gunung, kesulitan logistik dalam mempertahankan suplai, serta resistensi nasional yang justru menguat bila diserang.

Baca Juga: Hikmah Ramadhan (5)

Analogi ini memberikan bobot historis pada prediksinya, sekaligus memperlihatkan bagaimana sejarah dijadikan laboratorium untuk memahami geopolitik modern.

Popularitas Jiang meledak berkat media sosial. Potongan narasi dan wacananya beredar di YouTube, X, dan TikTok serta ditonton jutaan kali. Ia diundang ke berbagai forum politik daring.

Namun, kritik pun bermunculan. Sejumlah akademisi menilai pendekatannya terlalu bergantung pada analogi sejarah, sementara geopolitik modern memiliki variabel yang jauh lebih kompleks.

Baca Juga: Hikmah Ramdhan (4)

Meski demikian, bagi para pengikutnya, Jiang menawarkan sesuatu yang segar. Ia seakan menjadi pakar atau ahli "nujum" yang berperan sebagai sutradara pemikiran futuristik. Ia mengembalikan analisis geopolitik pada tradisi sejarah panjang, bukan sekadar statistik atau model kalkulasi ekonomi.

Iran: Rumit dan Simbolistik

Iran, dalam narasi Jiang, bukan sekadar negara dengan geopolitik yang rumit, melainkan sebuah gurun simbolis. Bukan hanya gurun yang menelan pasukan besar, tetapi sekaligus melahirkan ketahanan rakyat.

Pages:
Bahagia yang Tak Selalu Terlihat

Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim
Source: padek.jawapos

Share:
link ke situs https://shofwankarim.wordpress.com
Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau
Selincam Pengalaman Kepemudaan dan Kepemimpinan di Kanada dan Amerika
link ke situs https://www.shofwankarim.com
Link ke situs https://www.shofwankarim.id/
https://langgam.id/tag/shofwan-karim/
shofwankarim.livejournal.com
kumparancomshofwankarim