Jebakan Iran dan Logika Sejarah

Tuesday, June 16, 2026 02:01 PM | Kolom Shofwan Karim
Jebakan Iran dan Logika Sejarah
Jebakan Iran, logika sejrah. Ilustrasi: SK-AI
Zuhud, Wara", Qana

Herodotus, filsuf sejarah Yunani kuno (484--425 SM), pernah menulis, "Force has no place where wisdom is required." ("Kekuatan tidak memiliki tempat ketika kebijaksanaan dibutuhkan.") Lalu, Jalaluddin Rumi (1207--1273) menambahkan, "The wound is the place where the Light enters you." Luka yang ditimbulkan perang justru bisa menjadi pintu bagi cahaya ketahanan.

Baca Juga: Ekothoelogi Berbasisi Nilai Islam

Khomeini (1902--1989) juga menegaskan, "Iran is not afraid of any power, for our strength lies in faith and unity." ("Iran tidak takut pada kekuatan apa pun, karena kekuatan kami terletak pada iman dan persatuan.")

Sementara itu, jauh sebelum Rumi dan Khomeini, Al-Qur'an telah mengingatkan, "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" (QS. Al-Baqarah [2]: 153).

Sejarah mengajarkan bahwa kekuatan besar sering kali jatuh bukan karena lemahnya senjata, melainkan karena gagal membaca logika tanah yang mereka injak.

Dalam "jebakan Iran", dunia kembali diingatkan bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan militer, tetapi juga oleh daya tahan sebuah bangsa yang memilih bertahan dengan iman, kesabaran, dan persatuan.

Wa Allahu a'lam bi al-shawab. (*)

Pages:
1 2 3
Bahagia yang Tak Selalu Terlihat

Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim
Source: padek.jawapos

Share:
link ke situs https://shofwankarim.wordpress.com
Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau
Selincam Pengalaman Kepemudaan dan Kepemimpinan di Kanada dan Amerika
link ke situs https://www.shofwankarim.com
Link ke situs https://www.shofwankarim.id/
https://langgam.id/tag/shofwan-karim/
shofwankarim.livejournal.com
kumparancomshofwankarim