HBN, Silsilah dan Anekdot Herder

Thursday, December 4, 2025 06:49 AM | Kolom Shofwan Karim
HBN, Silsilah dan Anekdot Herder
Fajar bersama isteri Minami, 3 putra-i, ibunya dan kedua mertua di Tokyo Jepang Nov 2025 (Foto Ist)
Zuhud, Wara", Qana

Keinginan ini muncul karena belajar dari Sejarah dan ada anekdot. Pada suatu waktu sekitar 38 tahun lalu, saya dikejutkan oleh cerita seorang senior di Jakarta. Senior itu saya kenal 1987. Pada masa itu Senior ini adalah tokoh terkenal pengusaha sukses dan kaya, politisi, pemain musik saxsofon, dan pernah bintang film. Isterinya pada 1970-an adalah bintang film terkenal.

Senior ini tiba-tiba terkekeh, ketawa karena saya takut dengan Anjing Gembala Jerman itu. Kita menyebut Anjing Herder. Anjing itu berlari dari samping gerbang masuk ke rumahnya menuju ke saya. Anjing sebesar anak sapi berbulu hitam pekat itu tiba-tiba menakutkan saya. Anjing itu gagah untuk ukuran binatang jenis Anjing.

Senior tadi lalu berteriak kepada Anjing itu, "hei itu teman saya, diam" katanya. Anjing itu langsung diam dan duduk melihat ke saya.

Sebelum diskusi yang lain, kami bicara tentang Anjing terutama jenis Herder ini. Dia mengatakan bahwa Herder di Eropa (senior ini adalah Insinyur lulusan Jerman) terpelihara sejarah keturunannya sampai ke atas hingga keturunan ke seribu.

Saya terdiam. Lalu senior itu bilang, kepada Anjing yang dianggap binatang paling setia, dapat diperlihara dengan baik dan cara mereka memelihara mencontoh sejarah manusia. Orang Eropa dan Barat umumnya dan orang Arab, baik muslim atau non muslim selalu memelihara silsilah keturunannya mendahului kebiasaan mereka menelusuri silsilah keturunan Herder itu.

Hati Saya menjadi kecut karena sesudah HBN saya tak tahu lagi ke atasnya. Di pihak ayah dari ayah (Abak) saya hanya tahu sampai Ladung yaitu, ayah dari Du'a. Mereka adalah H. Abdul Karim Bin H. Hussein Bin Hj. Thaat Bin Du'a Bin Ladung. Dari pihak ibu (emak) saya hanya tahu Hj Rahana Binti Ibrahim Binti Nayan. Waduh, betapa miskin pengetahuan saya tentang silsilah keturunan ini .

Apalagi kalau ditelusuri 21 ke kiri ke atas dan 21 ke kanan ke atas teori Elizabeth Taylor yang mengatakan bawah darah dan karakter kita ditentukan paling kurang 21 keturunan itu tadi. Tokoh pada setiap titik pada garis keturunan menentukan watak, bakat dan karakter saya. Belakangan secara acak, saya menimbang-nimbang watak keturunan HBN memang ada miripnya.

Misalnya suka merantau. Pekerja keras dan sungguh dalam hampir segala hal. Selalu menjadi pemimpin. Berusaha selalu unggul dan di posisi depan. Kompak dalam keluarga besar. Suka mencari ilmu. Suka berdagang. Suka Bertani. Pandai memasak dan selera tinggi. Menyintai keluarga, sahabat dan tetangga lingkungan. Membela negeri dan dusun. Yang lain belum saya telusuri watak yang bertentangan dengan yang baik tadi. Wa Allahu A' lam bi al-Shawab.

Pages:
1 2 3
Bahagia yang Tak Selalu Terlihat

Journalist: Anton Hilman
Editor: Shofwan Karim

Share:
link ke situs https://shofwankarim.wordpress.com
Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau
Selincam Pengalaman Kepemudaan dan Kepemimpinan di Kanada dan Amerika
link ke situs https://www.shofwankarim.com
Link ke situs https://www.shofwankarim.id/
https://langgam.id/tag/shofwan-karim/
shofwankarim.livejournal.com
kumparancomshofwankarim