Hikmah Ramadhan (5): Ketika Puasa Kehilangan Makna
Ringkasnya, antropologi agama melihat bagaimana kepercayaan (iman) diterjemahkan ke dalam tindakan kolektif dalam masyarakat. Puasa, membawa perubahan budaya ke yang lebih baik.
Jadilah narasi KH AR Fakhruddin pada paragrap awal tadi tetap relevan, "bila masih berbohong, maka tak ada gunanya berpuasa". Mengapa?. Berbohong adalah akar dan induk dari semua penyelewengan hidup, korupsi dan manipulasi ***
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A. adalah Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumbar, Ketua PWM 2015-2022; 2000-2005.
Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim
Related news
Bahagia, Menahan Luka di dalam Diam
Kolom Shofwan Karim - April 13, 2026
Lupakan Perbedaan, Sambutlah Kebersamaan
Kolom Shofwan Karim - March 24, 2026
Hikmah Ramadhan (4): Puasa dan Rekognisi Sosial
Kolom Shofwan Karim - February 26, 2026


























