Selamat Datang Tamu Agung: Ramadan Mulia dan Dinantikan
Pemanfaatan amaliah pada bulan Ramadan bergantung pada kesungguhan mukmin untuk beramal sebaik dan semaksimal mungkin. Berbagai pintu kebaikan sangat terbuka pada bulan Ramadan. Sarana untuk beramal saleh tersedia banyak pada bulan itu. Pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt. kepada siapa yang mau meraihnya. Bahkan, di dalam hadis dikatakan balasannya sebagai berikut.
. "
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabb-nya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi." (HR Bukhari No. 1904, 5927, dan Muslim No. 1151)
Niat yang Tulus
Siapa orang yang tidak memanfaatkan kesempatan mendulang pahala dengan berbagai amal berarti telah terhalang dalam berbuat baik. Padahal, perbuatan baik itu tidak akan menghalangi aeseorang untuk meraih balasan dari Allah Swt. Orang yang terhalang dari kebaikan adalah orang yang malas beramal saleh dan tidak menggunakan kesempatan emas selama bulan Ramadan untuk meraih pahala.
Apa yang dapat kita lakukan menjelang hari Ramadan tiba? Ikhlaskan dan tuluskan niat kita, perbaiki hubungan silaturahmi dan kemaafan dengan orang lain, perbanyak istigfar, sedekah, dan membaca Al-Qur'an.
Keikhlasan niat itu penting. Ibadah puasa, termasuk ibadah apa pun yang kita lakukan, bergantung pada niat.
"Sesungguhnya segala amal itu tidak lain tergantung pada niat. Sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya." (HR Bukhari)
Selain itu, silaturahmi diperbanyak dengan saling kunjung. Pada saat tidak ada kelapangan untuk datang, kita dapat bersilaturahmi dengan saling ber-SMS, ber-WA, atau bertelewicara (video call). Hal itu dapat dilakukan untuk bertanya dan saling mendoakan. Silaturahmi di media sosial diikuti dengan minta ketulusan hati dan maaf untuk memasuki bulan suci.
Sebagai manusia, kita sering salah kepada orang lain: salah berucap, bertingkah, dan berbuat. Mukmin yang baik adalah selalu memaafkan orang lain, baik yang minta maaf maupun tidak minta maaf. Bahkan, salah satu ciri orang bertakwa adalah orang yang memaafkan orang lain sebelum minta maaf.
-
"Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS li 'Imrn [3]:134)
Journalist: Shofwan Karim
Editor: Shofwan Karim
Source: https://www.agaffarruskhan.web.id/serial-ke-1a-ramadan-karim-1-selamat-datang-tamu-agung-ramadan-mulia-dan-dinantikan-1730/
Related news
Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Taushiyah Buya - April 8, 2025


























