Politik Besar Hidung dan Patah Arang: Tawaran Rasional

Tuesday, March 25, 2025 04:51 PM | Opini
Politik Besar Hidung  dan Patah Arang: Tawaran Rasional
Dialog Kebangsaan Muhammadiyah Sumbar, Bukittinggi Agustus 2024.
Zuhud, Wara", Qana

Keenam, tentu saja pada bagian tertentu muncul polarisasi dalam pergaulan dan cara berpikir antara keikhlasan dankepentingan(kepentingan) duniawi.

Di samping masalah-masalah tadi, tentu saja ada keuntungan dan positifikasi penyentuhan warga Muhammadiyah dalam politik praktis. Misalnya, ada penyaluran hasrat bahwa politik adalah medan dakwah strategis untukamar makruf nahy mungkar. Hal itu dikonsepsikan sebagai subsistem dalam pengamalan Al-Alqur'an (Lihat QS, Ali Imran, 3:104, 110).

Begitu pula politik dapat memperbolehkan kegiatan amal usaha. Bila seorang warga Muhammadiyah duduk di elit Parpol dan menjadi anggota legislatif atau lainnya, maka dapat memperjuangkan kepentingan amal usaha Muhammad posisiiyah di bidang pendidikan, sarana ibadah, kesehatan, santunan sosial, ekonomi produktif dan lain sebagainya.

Lebih dari itu, tentu saja keberhasilan di dunia politik dapat memposisikan warga muhammadiyah menjadi kaum elit, menjadi terpandang di mata sesama warga muhammadiyah, umat dan masyarakat-bangsa.

Tawaran Rasional

Di tengah arus pertarungan kekurangan dan kelebihan di atas, penulis menawarkan hal-hal sebagai berikut .

Pertama, kaum politisi Muhammadiyah harus memilih aktivitas politik yang mendasar dan mulia. Misalnya pergumulan dalam kancah ideologi Parpol yang bersangkutan. Saat ini banyak sinyal yang mensinyalir bahwa hal yang satu ini, kurang diminati oleh para aktivis partai.

Hal yang mendasar pada setiap partai adalah jiwa dan ruh partai itu. Pada setiap partai selalu ada Platform yang mengandung asas, tujuan, visi dan misi serta faham pemikiran dan konsespsi kehidupan bangsa yang diharapkan yang diwujudkan dalam AD-ART Parpol. Di rumpunini perlunya warga Muhammadiyah yang berada di Parpol bekerjalebih sungguh-sungguh.

Kedua, sektor pelatihan SDM Parpol atau rekrutmen dan pelatihan kader parpol dapat menjadi lahan yang mencakup warga Muhammadiyah.

Ketiga, jangan terjebak dalam kepentingan sesaat. Artinya, bila tidak mendapat posisi yang baik dan berjanji di satu Parpol, lalu hengkang ke Parpol lain. Hal itu akan menjadikan citra warga Muhammadiyah luntur dan perilaku demikian dapat dianggap sebagai refleksi kelemahan dalam pertarungan atau bersaing dengan pihak lain.

Keempat, jangan terjebak dalam prilaku loyalitas ganda yang sangat dalam. Anggaplah Muhammadiyah sebagai rumah "gadang" tempat kembali bila di Parpol sudah tidak mungkin lagi aktif sebagai warga Muhammadiyah;

Pages:
Bahagia yang Tak Selalu Terlihat

Journalist: Shofwan Karim
Editor: Anton Hilman
Source: https://www.kompasiana.com/shofwankarim/65ff74bfde948f6cbc6a8212/politisi-besar-hidung-dan-patah-arang

Share:
link ke situs https://shofwankarim.wordpress.com
Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau
Selincam Pengalaman Kepemudaan dan Kepemimpinan di Kanada dan Amerika
link ke situs https://www.shofwankarim.com
Link ke situs https://www.shofwankarim.id/
https://langgam.id/tag/shofwan-karim/
shofwankarim.livejournal.com
kumparancomshofwankarim