Keresik Bertahan: Dialektika Eksistensial Manusia Senja
Lansia yang produktif, yang memilih menjadi relawan di ruang publik atau tetap berkarya sesuai keahliannya, adalah wujud nyata dari konsep khairunnas (manusia terbaik). Mereka bertransformasi menjadi keresik daun kelapa yang beralih rupa menjadi suluh.
Fisik mereka mungkin kering laksana daun tua, tetapi mereka memancarkan kebijaksanaan spiritual (hikmah) yang menerangi jalan bagi generasi muda yang sering kali tersesat di tengah rimba modernitas yang gelap.
Menghadapi realitas penuaan global, Islam menawarkan solusi holistik agar para lansia mampu hidup mandiri, sehat, dan tetap produktif hingga ajal menjemput. Solusi ini memadukan kesadaran normatif-syar'i dengan tindakan praktis-empiris.
Pertama, transformasi mindset kewargaan senior. Lansia tidak boleh memandang diri mereka sebagai objek pasif yang menanti akhir hayat dalam keputusasaan.
Mereka adalah subjek spiritual yang produktif, yang mendasarkan aktivitasnya pada motif ibadah, sebagaimana dicontohkan melalui kebiasaan berjalan kaki dan keterlibatan sosial di berbagai kota dan negara.
Kedua, pelembagaan sistem pramurukti berbasis ihsan. Negara dan masyarakat wajib menyediakan ekosistem pendukung yang memanusiakan lansia. Pengasuhan profesional (caregiving) harus dijiwai oleh nilai ihsan, bukan sekadar transaksi materialistik semata.
Ketiga, harmonisasi gerak jasmani dan ruhani. Kemandirian lansia dicapai dengan menjaga ritme metabolisme tubuh melalui olahraga ringan, seperti berjalan kaki, yang dibarengi dengan intensitas zikir kognitif yang konstan.
Dengan orientasi kehidupan yang demikian, fase lansia akan menjelma menjadi muara spiritual yang tenang.
Mereka bertahan bukan karena takut akan kematian, melainkan karena ingin memastikan bahwa ketika Allah SWT memanggil mereka pulang, mereka kembali dalam keadaan jiwa yang tenang (nafs al-muthma'innah), rida dan diridai, laksana keresik yang kering di bumi namun abadi dan harum di sisi-Nya. (*)
Related news
Jebakan Iran dan Logika Sejarah
Kolom Shofwan Karim - June 16, 2026
Ekotheologi Berbasis Nilai Islam
Kolom Shofwan Karim - June 8, 2026
Telaga Kreatif: Generasi Muda Muslim
Kolom Shofwan Karim - June 7, 2026
Bahagia, Menahan Luka di dalam Diam
Kolom Shofwan Karim - April 13, 2026


























