Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam V: Dakwah Masa Kini dan Depan

Thursday, August 7, 2025 05:56 AM | DMDI
Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam V: Dakwah Masa Kini dan Depan
Prof.. Dr. Haji Yahya Snober Lin Song bersama isteri Hajjah Maryam Munawwarah Na (Tiongkok) dengan Prof. Dr. Nurzaman Bachtiar, Ka Balitbang Sumbar-Koordinaor DMDI Sumbar di tengah ruangan Lokarya. (Foto: SK)
Zuhud, Wara", Qana

Saya bilang bahwa konsepsi Islam Hadhari mungkin hanya reinterpratasi frasa tahun 1990-an, Masyarakat Madani oleh Anwar Ibrahim sebelumnya. Masyarakat Madani menjadi populer di Indonesia sejak lahirnya ICMI tahun 1990 di Jember Jawa Timur. Kata itu menjadi magnit di ujung Pemerintahan Soeharto. Kosa kata yang menjadi elan vital peralihan kecendrungan kepada "ijo royo-royo". Seakan diadopsi ujung pemerintahan Soeharto di Indonesia melalui corong Habibie yang belakangan, menjadi Wapres kala itu. Habibie menjadi legendaris Ketua Umum ICMI beberapa periode. Sekarang (2004) wacana itu hilang ditelan angin bersama lenyapnya harapan kaum intelektual Islam Indonesia terhadap fenomena ke-Bangsaan dan ke-Islaman.

Banyak hal yang dibicarakan dan dipikirkan. Namun program aksi untuk tahun 2005 yang didiskusikan dan disetujui ada 10 butir. Di antaranya pembinaan santri antara negara DMDI dengan melaksanakan pertukaran kunjungan sambil belajar. Kolokium Rumahku Syurgaku yang sama dengan konsep Keluarga Sakinah di Indonesia. Program di Kamboja membantu masyarakat menikmati daging kobran pada Idhul Adha tahun depan diperluas ke negara lain. Misalnya Indonesia. Tahun lalu lalu kami mengusulkan untuk Mentawai. Tetapi belum ada realisasinya. Tahun ini kami usul ulang. Latihan Imam dan Da'i yang direncanakan seblumnya satu minggu dijadikan dua minggu, diikuti 40 peserta antara negara DMDI.

Tak kalah pentingnya lawatan ke Tiongkok tahun depan. Apalagi tahun ini peserta dari Tiongkok ada 20 orang. Di antaranya Prof. Dr. H. Yahya Snober lin Song (75) . Menurut profesor yang tak bisa bicara lisan tetapi mengerti Bahasa Inggris namun bisa secara lisan aktif dan tulisan Bahasa Arab, Islam di China sekarang sangat menjanjikan. Ada 40 ribu masjid dan musalla di sana. Di antara 1,3 milyar rakyat China terdapat 20 juta penduduk Muslim. Mereka berasal dari 10 suku utama yang memeluk Islam. Suku Hui yang amat dominan. Kemudian suku-suku Weiwur, Hasake, Wuzibike, Kerkzi, Tajik, Tatar, Dongxiang, Ba'an dan Sala.

Di kota Beijing sendiri yang perpenduduk 10,2 juta terdapat 260 ribu kaum muslimin yang beibadah dan berjamaah pada 90 buah masjid dan mushalla. Prof. Yahya di dampingi isterinya Hajjah Maryam Munawwarah Na (69 th). Profesor Yahya adalah Guru Besar pada The Central University fo Nationalities. Beliau juga Komite Asosiasi Studi Timur Tengah, anggota Pusat Riset Islam China pada Akademi Ilmu-ilmu Sosial dan Komite Asosiasi Islam China. Di samping itu guru besar ini juga Komite Tetap Asosiasi Hui Nationalities Studies serta Komite Asosiasi Studi Literatur China dan Arab .

Hari ini (Melaka), kemarin (Padang), Konvensi dimulai dan akan dibuka oleh Yang Dipertua Negeri Melaka TYT Tun Datuk Seri Utama Mohd Khalil bin Yaakob. Di dahului oleh ucapan alua-aluan oleh YAB Seri Mohd Ali Mohd Rustam, Ketua Menteri Melaka.Intinya acara hari ini adalah pidato dari para gubernur negara dan provinsi serta negara bagian DMDI. Lalu tentu saja mengesahkan hasil Lokakatrya yang kemarin berjalan sehari suntuk.

Pages:
1 2
Bahagia yang Tak Selalu Terlihat

Journalist: Shofwan Karim
Editor: Anton Hilman
Source: Harian Singgalang

Share:
link ke situs https://shofwankarim.wordpress.com
Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau
Selincam Pengalaman Kepemudaan dan Kepemimpinan di Kanada dan Amerika
link ke situs https://www.shofwankarim.com
Link ke situs https://www.shofwankarim.id/
https://langgam.id/tag/shofwan-karim/
shofwankarim.livejournal.com
kumparancomshofwankarim