Kilas Balik Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam V, Langkah Jangka Panjang Amat Strategis
Akan tetapi, penulis menolak dengan halus dan menawarkan posisi itu tetap berada di tangan Melaka. Dalam hal ini penulis meminta kesediaan Encik Halim ini. Dan itu beliau terima. Lalu penulis diminta menjadi timbalan pengerusi atau wakil ketua. Dan kemudian dipilih 10 orang lainnya dari berbagai provinsi menjadi naib pengerusi atau anggota jawatan kuasa (AJK) biro ini.
Mereka di antaranya adalah Hasanudin Yusof dari Aceh, Raziqi dari Jawa Timur dan Rosmi Satar Kalbar, Mokhtar dari Kepulauan Riau; Asmuni dari Sumatera Utara; Datuk Baharom Kamari dari Selangor; Ismail dan Yaakub dari Melaka; dan ustazd Khalidin dari Australia.
Begitu pula pada Biro Wanita. Dra Sastri Yunizarti Bakri, M.Si dari Sumbar dipilih menjadi timbalan pengerusi (wakil ketua) Biro Wanita Sekretariat Pusat DMDI. Sementara pengerusi atau ketuanya adalah Datok Ramlah Abbas, Menteri Wanita Melaka. Pada biro ini yang menjadi AJK atau Anggota Jawatan Kuasanya adalah Berunai, Singapura, Srilangka, Kalsel dan lainnya.
Read also: Bung Karno dan M Natsir Berbeda Corak Pemikiran, Satu Tujuan untuk Indonesia
Sejalan dengan itu semua, DMDI merupakan proyek jangka panjang amat strategis. Sebagai ikatan moral, budaya, apalagi dengan tali silaturrahim akidah Islam, DMDI akan sanggup bersanding dengan ikatan kultur dan peradaban menonjol lainnya seperti ikatan budaya China, Yahudi, Anglophone, Francophone, Spain, Hispanic, Hindi, Yankee, Arab, Persia, Urdhu dan seterusnya.
Sebagai warga dunia yang berperadaban, DMDI harus mempertahankan peradabannya dan terus mengembangkan serta memingkatkan saham peradaban itu dalam peradaban dunia tanpa batas. Islam Hadari versi Melayu yang dipilih, seperti yang disinggung adalah Islam yang bertamaddun, berperadaban bukan yang kaku dan terkekang oleh interpretasi usang, jumud dan terkurung di alam sangkar ketakberdayaan.
Inilah Islam yang menyertai kehidupan bukan hanya semata-mata yang berorientasi kepuasan spiritual di balik ajaran yang membiarkan dunia menjadi milik orang lain. Sekali lagi, seperti Abdullah Badawi sering bersuara: Islam yang progresif, untuk kehidupan hari ini dan masa depan*** (Selesai)

Journalist: Shofwan Karim
Editor: Anton Hilman
Source: Harian Singgalang 2004
Related news
Konvensi DMDI V, Ekonomi, Pelancongan dan Pelayanan yang Prima
DMDI - August 10, 2025
Konvensi DMDI V, Pendidikan dan Iptek Pangkal Kemajuan
DMDI - August 8, 2025
Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam V: Dakwah Masa Kini dan Depan
DMDI - August 7, 2025






















