Konvensi DMDI V, Pendidikan dan Iptek Pangkal Kemajuan
Kemudahan teknologi informasi secara sederhana penulis dapat nikmati selama lokakarya dan konvensi ini. Misalnya untuk pengiriman tulisan ini ke koran-koran di Padang. Penulis dapat menggunakan dua cara. Pertama, bersama wartawan lain, misalnya Af dari Padang Ekspres dan satu wartawati dari koran lainnya (namanya saya lupa) berdiri menulis berita atau tulisan pada lima screen monitor intenet di lantai dasar secara gratis terus menerus tanpa bataswaktu. Ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh Melaka International Trade Centre di Ayer Keroh, tempat lokakarya dan konvensi ini berlangsung.
Sayangnya tidak bisa kita mendownload file attachement untuk tulisan, artikel atau foto,karenaCPU Computernya terkunci atau CPU nya itu mungkin tidak di situ.Maka hari pertama, penulis hanya mengirim tulisan tanpa foto. Hari kedua, penulis telah menyiapkan disket berisi tulisan dan foto. Kepada Encik Alias, Panitia Konvensi,Penulis tanyakan kemungkinan adanya internet lain yang bisa digunakan untuk file attachemnt itu.
Dengan ramah, penulis diterima Cik Shafinas Hasanuddin, Corporate Communication Manager. Di situ kepada penulis diserahkan sepuasnya menggunakan internet pada laptop di meja kerjanya. Semuanya, sekali lagi gratis.Sesuatu yang menambah gairah untuk melaporkan konvensiini kepada pembaca surat kabarini.
Oh, ya. Acara tadi malam adalah jamuan makan malambersama TYT Yang Dipertua Negeri (Gubernur) Melaka Tun Datuk Seri Utama Mohd Khalil bin Yaakob bersama isterinya YAB Toh Puan Dato' Datin Seri Utama Zurina binti Kassim. Tentu saja Ketua Menteri Melaka YAB Datuk Seri Mohd Ali Mohd Rustam dan isteri selalu mendampingi. Acara makan malam diisi dengan pertunjukan kesenian dari delegasi seluruh negara DMDI termasuk dari Sumbar yang diwakili Tim Kesenian Tanah Datar , Sawahlunto dan Sumbar Talenta.
Rupanya Gubernur dan Isteri punya bakat dan kemampuan yang luar biasa pula dalam entartein ini. Keduanya menyanyikan beberapa lagu Melayu, Spanyol dan Kampuang Den Nan Jauh di Mato oleh Datin. Isteri Gubernur ini mengaku berasal dari keturunan Minangkabau dari Rao Pasaman. Sementara Gubernur mengaku berasal dari keturunan Bugis,Makassar.Pagi ini (Juma'at 8/10) acara terakhir berisi resolusi danlaporan hasil konvensi sertapenutupan secara resmi.



