Konvensi DMDI V, Pendidikan dan Iptek Pangkal Kemajuan

Friday, August 8, 2025 05:34 PM | DMDI
Konvensi DMDI V, Pendidikan dan Iptek Pangkal Kemajuan
Ilustrasi Foto: Pengurus DMDI Sumbar 2025-2030 bersama Presiden DMDI Tuan Yang Terutama Tun Seri Setia Dr. H. Mohd Ali bin Mohd Rustam. Ketua DMDI Sumbar adalah H. Fadly Amran B.BA., Dt. Paduko Malano, 08/08/ 2025 di Hotel Santika Padang.
Zuhud, Wara", Qana

Keadaan mengkhawatirkan itu bisa terjadi kalau penekananya kepada pengajaran. Artinya anak diberikan ilmu pengetahuan dengan tidak mengubah danmengembangkan prilaku mereka. Kalau ini yang terjadi, maka benar akan membahayakan. Ini yang harus kita hindari, katanya.

Terhadap paradigma yang disampaikan Prof. Ansyar, tampaknya peserta setuju. Sehingga pemikiran Ansyar menjadi salah satu di antara beberapa resolusi biro ini. Yang paling pokok adalah memberikan kesempatan belajar. Persoalannya, secara undang-undang kesempatan belajar itu sudah diberikan secara merata di seluruh negara DMDI. Akan tetapi ada yang terlupakan. Bahwa pemerataan kesempatan itu tidak diiringi oleh kemampuan ketersediaan pendidikan kepada setiap orang. Terutama kepada mereka yang secara ekonomi tidak beruntung, maka pendikan menjadi sesuatu yang mewah.

Kesempatan pendidikan kepada mayoritas penduduk warga DMDI menjadi tertutup. Jadi, tidak ada artinya pernyataan undang-undang, kalau pendidikan tidak terjangkau oleh masyarakat yang mayoritas secara ekonomi miskin. Banyak hal dibicarakan di biro pendidikan. Soal penguasaaan Iptekterutama disinggung ulang penguasaan information technology yang dalam istilah Malaysia disebuttekhnologi bermatlamat

Di dalam hal ini, Malaysia agaknyadapat memberikan contohkepada DMDIlainnya. Misalnya, di Melaka sudah berdiri sejak 5 tahun lalu Multi Media University (MMU).Di sini ada pula Kolej Tekhnologi Islam . Kalau pada yang pertama konsentrasi dominan kepada studi tekhnologi, yang kedua bagaimana mensinkronkan kajian Islam dengan kemajuan teknologi itu. Pada kedua perguruan tinggi tadi, Islam dan teknologi matlamat itu merupakan satu komplementer yang saling melengkapi

Kemudahan teknologi informasi secara sederhana penulis dapat nikmati selama lokakarya dan konvensi ini. Misalnya untuk pengiriman tulisan ini ke koran-koran di Padang. Penulis dapat menggunakan dua cara. Pertama, bersama wartawan lain, misalnya Af dari Padang Ekspres dan satu wartawati dari koran lainnya (namanya saya lupa) berdiri menulis berita atau tulisan pada lima screen monitor intenet di lantai dasar secara gratis terus menerus tanpa bataswaktu. Ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh Melaka International Trade Centre di Ayer Keroh, tempat lokakarya dan konvensi ini berlangsung.

Sayangnya tidak bisa kita mendownload file attachement untuk tulisan, artikel atau foto,karenaCPU Computernya terkunci atau CPU nya itu mungkin tidak di situ.Maka hari pertama, penulis hanya mengirim tulisan tanpa foto. Hari kedua, penulis telah menyiapkan disket berisi tulisan dan foto. Kepada Encik Alias, Panitia Konvensi,Penulis tanyakan kemungkinan adanya internet lain yang bisa digunakan untuk file attachemnt itu.

Dengan ramah, penulis diterima Cik Shafinas Hasanuddin, Corporate Communication Manager. Di situ kepada penulis diserahkan sepuasnya menggunakan internet pada laptop di meja kerjanya. Semuanya, sekali lagi gratis.Sesuatu yang menambah gairah untuk melaporkan konvensiini kepada pembaca surat kabarini.

Oh, ya. Acara tadi malam adalah jamuan makan malambersama TYT Yang Dipertua Negeri (Gubernur) Melaka Tun Datuk Seri Utama Mohd Khalil bin Yaakob bersama isterinya YAB Toh Puan Dato' Datin Seri Utama Zurina binti Kassim. Tentu saja Ketua Menteri Melaka YAB Datuk Seri Mohd Ali Mohd Rustam dan isteri selalu mendampingi. Acara makan malam diisi dengan pertunjukan kesenian dari delegasi seluruh negara DMDI termasuk dari Sumbar yang diwakili Tim Kesenian Tanah Datar , Sawahlunto dan Sumbar Talenta.

Rupanya Gubernur dan Isteri punya bakat dan kemampuan yang luar biasa pula dalam entartein ini. Keduanya menyanyikan beberapa lagu Melayu, Spanyol dan Kampuang Den Nan Jauh di Mato oleh Datin. Isteri Gubernur ini mengaku berasal dari keturunan Minangkabau dari Rao Pasaman. Sementara Gubernur mengaku berasal dari keturunan Bugis,Makassar.Pagi ini (Juma'at 8/10) acara terakhir berisi resolusi danlaporan hasil konvensi sertapenutupan secara resmi.

Pages:
1 2 3 4
Bahagia yang Tak Selalu Terlihat

Journalist: Shofwan Karim
Editor: Anton Hilman
Source: Harin Singgalang

Share:
link ke situs https://shofwankarim.wordpress.com
Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau
Selincam Pengalaman Kepemudaan dan Kepemimpinan di Kanada dan Amerika
link ke situs https://www.shofwankarim.com
Link ke situs https://www.shofwankarim.id/
https://langgam.id/tag/shofwan-karim/
shofwankarim.livejournal.com
kumparancomshofwankarim