Evolusi Orang Pintar

Saturday, December 13, 2025 07:19 PM | Outsourcing Media
Evolusi Orang Pintar
Ilustrasi Evolusi Cara Manusia Belajar: dari Zaman Purba hingga Era AI (Sumber: archaeologyinmarlow.org.uk)
Zuhud, Wara", Qana

Maka, evolusi ini memaksa kita kembali ke fitrah.

Lyqa menutup presentasinya dengan kalimat indah, "We lose what we don't use, but the world will forget what we don't share".

Saya ingin tambahkan. Di masa depan, "Kepintaran" (Intelligence) itu murah. Mesin memilikinya dalam jumlah tak terbatas. Yang mahal adalah Kesadaran (Consciousness) dan Kebijaksanaan (Wisdom).

Mesin bisa mencarikan data kemiskinan (Search). Mesin bisa membuatkan strategi pengentasan kemiskinan (Gen AI). Mesin bahkan bisa mentransfer bantuan sosial secara otomatis (Post-Gen).

Tapi mesin tidak bisa merasakan pedihnya kemiskinan. Mesin tidak punya empati. Mesin tidak punya niat baik.

Guru masa depan tidak lagi mengajar "apa itu 1+1". Guru mengajar "kenapa kita harus jujur saat berhitung". Sekolah tidak lagi sekadar menguji hafalan sejarah, tapi menguji kebijaksanaan mengambil hikmah agar tragedi tak terulang.

Semakin canggih teknologinya, semakin manusia dipaksa untuk menjadi manusiawi.

Jadi, jangan takut dengan era AI. Takutlah kalau di era secanggih itu, hati kita justru membatu. Takutlah jika kita pintar memerintah mesin, tapi lupa caranya memanusiakan manusia.

Tentang Penulis:

Pages:
1 2 3 4 5 6 Next
Bahagia yang Tak Selalu Terlihat

Journalist: Anton Hilman
Editor: Shofwan Karim
Source: https://aswajanusantara.com/esai/evolusi-orang-pintar/

Share:
link ke situs https://shofwankarim.wordpress.com
Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau
Selincam Pengalaman Kepemudaan dan Kepemimpinan di Kanada dan Amerika
link ke situs https://www.shofwankarim.com
Link ke situs https://www.shofwankarim.id/
https://langgam.id/tag/shofwan-karim/
shofwankarim.livejournal.com
kumparancomshofwankarim